Skip to main content

PROTOTYPING

Rapid Prototyping

   Rapid Prototyping adalah teknik membentuk dan marakit sebuah produk dengan cara yang cepat dengan integrasi antara sistem CAD (Computer Aided Design) dan mesin dengan sistem Rapid prototyping (3D printing, CNC). Pembentukannya dengan menambahkan layer by layer sesuai irisan yang diolah dengan CAD

Dimensi Prototyping
   1. Representasi
              Dari sebuah prototyping dapat dipertanyakan apakah hasilnya nanti akan dipresentasikan dalam sebuah konteks tekstual (kata-kata berbentuk narasi) atau dilengkapi dengan tampilan visual setra diagram yang mendukung alur proses dari sebuah aplikasi.
    2.  Ruang Lingkup
                 Prototyping dapat berupa tampilan antar muka secara umum dan juga bisa dilengkapi dengan tampilan yang telah dilengkapi dengan contoh perhitungan ataupun tampilan data.

   3.Executability     
               Dalam dimensi ini, prototyping dengan kategori kompleks dapat berupa sebuah contoh program “setengah jadi” yang benar-benar dapat dieksekusi atau dijalankan, sehingga terbentuk sebuah simulasi yang seakan-akan nyata bagi para pengguna.
   4. Tahapan
                   Prototyping dapat melalui tahap-tahap tertentu hingga mencapai sebuah tahap yang dianggap “matang” sebelum memulai sebuah proses pembuatan.


Terminologi Prototype
  1. Prototype Horisontal
    Sangat luas, mengerjakan atau menunjukkan sebagian besar interface, tapi tidak mendalam.

  2. Prototype Vertikal
    Lebih sedikit aspek atau fitur dari interface yang disimulasikan, tetapi dilaksanakan dengan rincian yang   sangat baik.

  3. Early Prototyping (prototipe cepat)
      Beberapa keuntungan dari sistem prototipe cepat:
      a) Pengurangan biaya proyek dan risiko.
      b) Dapat digunakan pada industri yang berbeda.
      c) Mudah kesalahan dalam desain sebelumnya dapat dideteksi dan kesalahan dapat diperbaiki.

Metode Prototyping
   1. Paper Prototyping
              Paper prototyping dapat dianggap sebagai metode brainstorming, merancang, membuat, pengujian, dan berkomunikasi antarmuka pengguna.
    2.  Metode Computer Based
               Metode ini biasanya dikerjakan kemudian. Sifat metode computer-based yaitu:
  · Menirukan lebih banyak kemampuan sistem.
  · Pada umumnya hanya baru beberapa aspek atau fitur
  · Dapat berpusat pada lebih banyak detail

Deskripsi Desain
   Dapat berupa deskripsi tekstual dari suatu desain sistem.
    -  Kelemahan yang nyata adalah seberapa jauh dari sistem yang sebenarnya.
    -  Tidak dapat melakukan suatu pekerjaan yang mewakili aspek dari interface.

Sketsa, Mock-ups
  -  Paper-Based “menggambarkan” interface.
  -  Baik untuk mengungkapkan pendapat.
  -  Difokuskan pada orang dengan desain tingkat tinggi.
  -  Tidak terlalu baik untuk menggambarkan alur dan rinciannya.
  -  Murah dan cepat umpan balik sangat menolong.

Storyboarding
  Pensil dan simulasi catatan atau  walkthrough dari kemampuan dan tampilan sistem.
- Menggunakan urutan diagram/gambar.
- Menunjukkan kunci snap shots.

Skenario
  Hipotesis atau imajinasi penggunaan.
   - Biasanya menyertakan beberapa  orang, peristiwa, lingkungan dan situasi.
   -  Menyediakan konteks operasi.
   -  Terkadang dalam format naratif, tetapi juga dapat berupa sketsa atau bahkan video.

Teknik-teknik prototyping meliputi
  1. Perancangan Model
  2. Perancangan Dialog
  3. Simulasi


Prototyping Tools

1.    Draw/Paint Program
           contoh: Photoshop, Coreldraw.
2.    Scripted Simulations/Slide Show
           contoh: Powerpoint, Hypercard,  Macromedia Director.
3.    Interface Builders
                contoh: Visual Basic, Delphi.

sumber: Sumber

Comments

Popular posts from this blog

Modus-Modus Kejahatan Dalam Teknologi Informasi

 

Fungsi,Persyaratan,dan Pembangunan Paragraf

Nama :   Ambiya Suci S Kelas :   1KB07 NPM  :  20117610 Dosen : Ahmad Nasher FUNGSI,SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN, DAN PENGEMBANGAN PARAGRAF Dalam pembentukan/pengembangan paragraf,ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan, diantranya: 1.      Kesatuan Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Untuk itu, di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. Dengan kata lain, uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok. 2.      Kepaduan Sebuah paragraf bukanlah sekedar kumpulan kalimat-kalimat yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan, dan pembaca pun dapat dengan ...

Social Anxiety Disorder

Mengenal Social Anxiety Disorder, Alias Fobia Sosial Oleh Ajeng Quamila Data medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team. Mengenal Social Anxiety Disorder, Alias Fobia Sosial Banyak orang yang merasa gugup atau menjadi sangat sadar diri pada beberapa kesempatan, seperti saat memberikan pidato sambutan atau wawancara pekerjaan. Tapi, social anxiety disorder, alias kecemasan sosial atau fobia sosial, lebih dari sekadar rasa malu atau gugup yang seringnya timbul tenggelam. Dengan social anxiety, ketakutan Anda atas mempermalukan diri sendiri begitu kuat dan mengambil alih sehingga Anda benar-benar menghindari setiap situasi yang dapat memicu ketakutan tersebut. Gangguan kecemasan sering muncul pertama kali di masa kanak-kanak atau remaja awal, dan cenderung timbul pada perempuan. Gangguan kecemasan sosial adalah gangguan psikiatri yang diakui oleh dunia medis dan dapat diobati secara efektif, sehingga Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika Anda berpikir Anda memiliki...