Skip to main content

PTSD

Apa itu post traumatic stress disorder (ptsd)?

Oleh Lika Aprilia Samiadi
Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.


Post Traumatic Stress Disorder (Ptsd)

Definisi
Apa itu post traumatic stress disorder (ptsd)?
PTSD adalah kondisi mental di mana Anda mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Mengalami kejadian traumatis adalah hal yang berat bagi siapapun. Namun, sejumlah orang lanjut mengidap PTSD setelah mengalami peristiwa yang menyakitkan atau mengejutkan, seperti kecelakaan, insiden yang mengancam nyawa, atau perang. Ia mungkin memikirkan kejadian traumatis ini sepanjang waktu dan hal ini dapat mempengaruhi kehidupannya. Memang sulit untuk menyesuaikan diri dan menerima perubahan setelah kejadian traumatis, tapi selalu ada cara untuk membuat Anda merasa lebih baik.

Seberapa umumkah post traumatic stress disorder (ptsd)?
PTSD tergolong umum. PTSD umumnya lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria karena kebanyakan wanita lebih sensitif terhadap perubahan daripada pria, sehingga mereka mengalami emosi yang lebih intens. PTSD dapat mempengaruhi pasien dalam semua golongan usia, bahkan anak-anak. PTSD bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala
Apa saja tanda-tanda dan gejala post traumatic stress disorder (ptsd)?
Tanda dan gejala PTSD adalah:

Anda tidak sanggup berhenti memikirkan kejadian spesifik yang menyebabkan trauma. Ketika Anda mengalami PTSD, Anda bisa berulang kali mengingat kembali pengalaman traumatis tersebut melalui kilas balik, halusinasi, dan mimpi buruk.
Anda menjauh dari kehidupan sosial. Dalam ketakutan yang Anda alami saat serangan panik datang, Anda tidak ingin menemui orang lain, atau menghindari orang, tempat, pikiran, atau situasi yang mungkin mengingatkan Anda akan trauma. Hasil penghindaran ini adalah perasaan menjauh dan isolasi dari keluarga dan teman-teman, serta kehilangan minat dalam aktivitas yang dulunya Anda senangi.
Anda akan mengalami emosi lebih intens lagi dari sebelumnya. Artinya, Anda mungkin lebih mudah marah atau depresi, atau mood Anda lebih cepat berubah.
Anda mungkin memiliki masalah yang terkait dengan hal lainnya, termasuk perasaan atau menunjukkan kasih sayang, atau merasa sangat cemas atau mudah terkejut.
Anda mungkin sulit tidur dan berkonsentrasi.
Secara fisik, Anda mungkin mengalami gejala macam peningkatan tekanan darah dan detak jantung, napas cepat, otot tegang, mual, dan diare.
Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?
Banyak orang dengan kondisi mental merasa malu dan ingin menunda kunjungan ke dokter. Namun, Anda harus ingat bahwa PTSD mampu disembuhkan. Semakin dini Anda mencari pengobatan, semakin cepat PTSD akan disembuhkan. Hubungi dokter jika:

Anda memiliki pikiran dan perasaan mengerikan tentang kejadian traumatis selama lebih dari sebulan
Pikiran dan perasaan negatif Anda parah
Anda bermasalah dalam berusaha menjaga hidup tetap terkontrol
Anda mungkin ingin melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup
Penyebab
Apa penyebab post traumatic stress disorder (ptsd)?
Penyebab PTSD masih belum jelas. Namun, dipercaya bahwa fakta yang Anda alami, lihat, atau pelajari tentang suatu kejadian yang melibatkan kematian, ancaman kematian, luka parah, atau pelecehan seksual, dapat menyebabkan PTSD.

Di sisi lain, Anda bisa mengalami PTSD karena gabungan beberapa faktor berikut:

Anda memiliki risiko kesehatan mental seperti meningkatnya risiko kecemasan dan depresi
Anda mengalami sejumlah kejadian traumatis sejak masa kanak-kanak awal
Anda mewarisi aspek kepribadian atau temperamen tertentu
Cara otak mengontrol zat kimia dan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respon terhadap stres
Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk post traumatic stress disorder (ptsd)?
Ada banyak faktor risiko PTSD, terlebih jika orang telah mengalami pengalaman yang sulit. Namun, beberapa faktor mungkin membuat Anda lebih mudah mengembangkan PTSD setelah kejadian traumatis, yaitu:

Mengalami trauma intens atau berkepanjangan
Telah mengalami trauma lain di masa kecil, termasuk penganiayaan atau ditelantarkan
Memiliki pekerjaan yang meningkatkan risiko terpapar kejadian traumatis, misalnya personel militer, tim SAR, dan petugas pertolongan darurat
Mengidap gangguan kesehatan mental lainnya, misalnya kecemasan atau depresi
Kurangnya sistem dukungan yang baik dari keluarga dan teman
Memiliki kerabat kandung yang mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk PTSD atau depresi.
Semua orang menghadapi masa yang menyulitkan dalam hidup, tapi beberapa lebih rentan menderita PTSD. Kejadian paling umum yang memicu perkembangan PTSD meliputi:

Terlibat di medan perang
Keterlantaran dan kekerasan fisik di masa kecil
Pelecehan seksual
Serangan fisik
Diancam dengan senjata
Banyak kejadian traumatis lainnya juga dapat menyebabkan PTSD, misalnya dalam kebakaran, bencana alam, penjambretan, perampokan, kecelakaan mobil, kecelakaan pesawat, penyiksaan, penculikan, diagnosis medis yang mengancam nyawa, serangan teroris, dan kejadian ekstrem atau berbahaya lainnya.

Obat & Pengobatan
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk post traumatic stress disorder (ptsd)?
Mengobati PTSD berarti Anda harus kembali mengambil alih kehidupan Anda sendiri. Perawatan paling pertama adalah psikoterapi, yang sering digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan. Saat Anda menggabungkan perawatan ini, gejala Anda bisa membaik. Selain itu, Anda perlu mempelajari keahlian untuk mengenali gejala dan membantu Anda merasa lebih baik tentang diri Anda sendiri. Dokter akan mengajarkan cara untuk mengatasinya jika gejala kembali muncul. Ditambah lagi, perawatan ini akan membantu mengobati gangguan yang berhubungan dengan pengalaman traumatis, misalnya depresi, kecemasan, atau penyalahgunaan alkohol atau narkoba yang muncul.

Ada sejumlah metode psikologi yang dirancang untuk membantu Anda menemukan masalah dan mengenalinya dengan tepat, seperti terapi kognitif, terapi paparan, dan desensitisasi pergerakan mata.

Terapi kognitif membantu Anda mengenali apa yang terus tertanam di dalam ingatan. Terapi paparan membantu Anda menghadapi hal menakutkan dengan aman sehingga Anda mampu belajar mengatasinya secara efektif. Desensitisasi pergerakan mata dan proses ulang dengan serangkaian pergerakan mata yang terpandu membantu Anda memproses ingatan traumatis dan mengubah cara Anda bereaksi terhadap ingatan traumatis.

Anda mungkin memerlukan beberapa obat-obatan untuk mengobati gejala PTSD. Obat bisa berupa antidepresan untuk membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan; obat anticemas untuk menghilangkan perasaan cemas dan stres; dan prazosin jika gejala melibatkan insomnia atau mimpi buruk kambuhan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk post traumatic stress disorder (ptsd)?
PTSD tidak terdiagnosis sampai setidaknya sebulan telah berlalu sejak adanya kejadian traumatis. Jika selama sebulan setelah kejadian Anda mengalami gejala-gejala di atas, Anda harus menemui dokter. Bila gejala PTSD muncul, dokter akan memulai penilaian dengan melakukan pemeriksaan riwayat medis dan fisik lengkap. Walaupun tidak ada tes laboratorium untuk mendiagnosis PTSD secara spesifik, dokter mungkin menggunakan beragam tes untuk mengesampingkan penyakit fisik sebagai penyebab gejala.

Jika tidak ditemukan penyakit fisik apapun, Anda mungkin dirujuk ke psikiatris, psikolog, atau ahli kesehatan mental profesional yang terlatih khusus untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit kejiwaan. Psikiatris dan psikolog akan menggunakan interview dan alat penilaian untuk menilai seseorang terhadap kelainan kecemasan.

Dokter mendasari diagnosis PTSD berdasarkan gejala yang dilaporkan, termasuk masalah fungsi sehari-hari. Dokter kemudian menentukan apakah gejala dan tingkat disfungsi mengindikasikan PTSD.

PTSD terdiagnosis apabila orang mengalami gejala PTSD yang berlangsung lebih dari sebulan.

Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi post traumatic stress disorder (ptsd)?
Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi post-traumatic stress disorder (PTSD):

Mengikuti rencana pengobatan dan bersabar
Mempelajari PTSD, yang membantu Anda memahami perasaan Anda, dan lalu Anda bisa mempersiapkan strategi untuk membantu Anda merespon secara efektif
Cukup beristirahat, makan makanan sehat, berolahraga, dan meluangkan waktu untuk rileks
Jangan menyalahgunakan alkohol atau narkoba untuk mematikan perasaan, yang memberikan lebih banyak lagi masalah dan mencegah kesembuhan yang sebenarnya.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Sumber
<https://hellosehat.com/penyakit/post-traumatic-stress-disorder-ptsd/>

Comments

Popular posts from this blog

Modus-Modus Kejahatan Dalam Teknologi Informasi

 

Fungsi,Persyaratan,dan Pembangunan Paragraf

Nama :   Ambiya Suci S Kelas :   1KB07 NPM  :  20117610 Dosen : Ahmad Nasher FUNGSI,SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN, DAN PENGEMBANGAN PARAGRAF Dalam pembentukan/pengembangan paragraf,ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan, diantranya: 1.      Kesatuan Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Untuk itu, di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. Dengan kata lain, uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok. 2.      Kepaduan Sebuah paragraf bukanlah sekedar kumpulan kalimat-kalimat yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan, dan pembaca pun dapat dengan ...

Social Anxiety Disorder

Mengenal Social Anxiety Disorder, Alias Fobia Sosial Oleh Ajeng Quamila Data medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team. Mengenal Social Anxiety Disorder, Alias Fobia Sosial Banyak orang yang merasa gugup atau menjadi sangat sadar diri pada beberapa kesempatan, seperti saat memberikan pidato sambutan atau wawancara pekerjaan. Tapi, social anxiety disorder, alias kecemasan sosial atau fobia sosial, lebih dari sekadar rasa malu atau gugup yang seringnya timbul tenggelam. Dengan social anxiety, ketakutan Anda atas mempermalukan diri sendiri begitu kuat dan mengambil alih sehingga Anda benar-benar menghindari setiap situasi yang dapat memicu ketakutan tersebut. Gangguan kecemasan sering muncul pertama kali di masa kanak-kanak atau remaja awal, dan cenderung timbul pada perempuan. Gangguan kecemasan sosial adalah gangguan psikiatri yang diakui oleh dunia medis dan dapat diobati secara efektif, sehingga Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika Anda berpikir Anda memiliki...